Popular Posts

Saturday, March 29, 2014

Rindu Kembaran

Di tengah gemuruh acara-acara pondok, di setiap kegembiraan yang menghampiriku disitu pula mata ini meneskan air mata. Bukan tangis duka maupun tangis sengsara akan tapi itu semua tangis rindu, kangenku akan kembaran. masyaallah mungkin ini yang dinamakan saudara kembar yang selalu memikirkan satu sama lain ,dan saling peduli akan kebarsamaan.
Memang hampir 4 tahun ini kita sulit untuk bersama untuk jangka waktu yang lama, karena kita sibuk dengan aktifitas masing-masing. Diriku sekolah sedang dia bekerja, rinduku ingin bersama seperti dulu sunguh amat mendalam bagai dalamnya samudra hindia yang di sana, kadang ku berfikir akankah kita bisa berjumpa lagi terkadang pula aku berkata pada diri ini bisa, pasti bisa, kini aku yakin akan semua itu ,aku yakin kita pasti dapat bersama kembali canda tawa bersama, bahkan kita bisa tidur bersama kembali. dalam satu atap dan satu ranjang. Walau sulit untuk melepasmu namun aku akan mencoba untuk tabah dan menerima semua ini demi kesuksesan yang aku impikan dan kejayaan yang kelak akan kita rasakan bersama amiiin.
Terkadang pula aku sering berkata sendiri dalam hati, adik-adik tau tidak kakak disini bahagia, kakak senang disini, makan enak, tidur nyeyak, bahkan baju pun kakak tinggal pakai, pokoknya kakak bagaikan majikan yang mempunyai banyak pembantu disini, bagaimana dengan adik disana. Apa adik juga merasakan apa yang kakak rasakan disini, dik kakak tau apa yang adik rasakan disana adik merasakan susahnya bekerja hingga terkadang adik sakit semua itu adik lakukan hanya demi kakak dan mambahagiakan kakak. Dek kakak janji kakak akan balas semua jasa-jasa adik dari yang terkecil sampai sekarang temakasih my brother kaulah segalanya bagi diri ini entah bagaimana jadinya jikalau kau tiada di sisiku untuk selamanya.
Temakasih my brother jasamu akan selalu kukenang sampai maut menjemputku.
Tapi terkadang pula aku berkata dengan teman di pondok Ahamdulillaah allah masih sayang ma’a ane. Ane di beri adik-adik kelas yang sopan-sopan dan baik ma’a ane, serasa hari-hari ane berwarna ketika hadir adik-adik kelas yang baik dan sopan ma’a ane sunguh ana merasa terhibur dengan kehadiran meraka. Kerinduan ane setidaknya terobati dengan hadirnya mereka di sisi ane, namun terasa masih ada yang menganjal di hati ana, sesuatu yang tak bisa ana lupakan dan tak mungkin ane lupakan yaitu kembaran ana yang setia menemani ane di kala senang maupun duka.
Ane bener-bener penggen ketemu dia, makan bareng canda dan mengungkapkan segala keluh kesah ini ma’a hiya. Masyaallah akankah ini hanya angan-angan atau keinginan yang tertunda. Kini ane hanya bisa pasrah dan ikhtiar, memohon ridho dan bimbingannya agar ane tidak salah melangkah untuk kesekian kalinya. Ane pergi ke pondok dengan sejuta harapan, ane pengen membahagiakan orangtua ane, kembaran, and saudara-sauudara ane.
Ane pengen jadi orang sukses, orang yang berhasil agar ane bisa membantu dan membalas semua jasa-jasa yang etlah berjasa di kehidupan ane.
Terutama umi wa abi, kembaran and saudara-saudara ane yang etlah membantu ana hingga ane menjadi sesosok yang berguna bagi orang lain.
Ami…n

No comments:

Post a Comment