Popular Posts

Wednesday, May 21, 2014

Kisahku

Akhir tahun 2009 tepatnya bulan desember tanggal 15, aku menjalin cinta dengan seorang wanita yang bernama “Nuvi”. wanita yang aku sayangi ini wanita yang ku kenal baik, perhatian dan cantik.
Saat pertama kali menjalin kisah, aku sudah ditinggal pergi olehnya, tanpa kabar selama 1 tahun namun aku tetap menanti tanpa menjalin cinta dengan wanita yang lain. Selama itu aku meyakini diriku bahwa dia tak bermaksud meniggalkanku, mungkin dia tak sempat memberiku kabar atau apalah, yang terpenting aku tak berfikir negatif tentang dirinya.
Sekian lama aku menunggu, rasa gelisah, rasa rindu, rasa kesal merasuk dalam diriku, setiap malam tiba aku merenung, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk pergi meninggalkan dia, namun hatiku selalu berbicara “tunggulah dia, dia pasti akan kembali karena dia masih mencintaimu, sabarlah menunggu, dia hanya ingin menguji kesetiaanmu” kataku “baiklah aku akan bersabar menunggunya kembali, aku akan mencoba untuk tetap setia”.
Tepat pada jam 12 tengah malam, tanggal 22 januari 2011, saat itu ulang tahun ku, handphone ku berdering, entah siapa yang menelpon ku di tengah malam, sehingga aku abaikan karena aku tak kenal dengan nomer itu, namun handphoneku terus berdering tanpa henti, akhirnya aku mengangkat telponnya lalu aku berkata “halo, ini siapa?”
Dia jawab “masa kamu gak kenal sama suara aku”
“hhmmm, memang ini siapa, aku gak tau kamu”
Lalu kata dia “ini pacar kamu nuvi, masa lupa sama aku”
Seketika aku terkejut dan jantungku berdetak kencang, lalu aku berkata “ini benar nuvi?”
“iya ini nuvi”
“kenapa kamu meninggalkanku tanpa ada kabar, apa kamu tak tau selama ini aku menunggumu, aku tersiksa namun aku selalu setia
Dia menjawab dengan tangis “maafkan aku, aku tau aku salah, aku mengerti apa yang kamu rasa karena aku pun merasa namun aku hanya ingin tau kesetianmu kepadaku sepeti apa, dan ternyata kamu benar-benar tulus mencintaiku, terima kasih kamu sudah menunjukkan kesetiaanmu padaku”.
Saat itu aku begitu bahagia dan benar-benar bahagia bercampur sedih, karena wanita yang ku cinta telah kembali walau hanya suaranya saja, lalu aku berbincang bincang dengan dia dengan penuh kerinduan, setelah sekian lama berbincang dia mengajakku untuk bertemu besok di rumahnya sekalian mengenalkanku kepada keluarganya. mungkin inilah kado terindah ulang tahunku dan buah kesabaranku. Dan pada saat itu pula hingga kini aku dan dia tetap saling cinta dan berencana untuk segara menikah.

No comments:

Post a Comment