Sungguh hari yang melelahkan, aku harus mengikuti pengukuhan PMR di sekolah ku. Ditemani dengan sinaran surya yang begitu menyengat aku mencoba untuk tetap semangat. Disela-sela pelatihan ku, aku sempat berpikir, bisakah kamu ada disini? Aku membutuhkan mu sebagai asupan tenaga ku, cukup dengan melihat mata sipit mu Sayang.
Sang surya berangsur pulang ke peraduannya, gelap pun hadir. Aku menyempatkan diri untuk sholat maghrib dan aku berdoa untuk mama yang sedang sakit, saat itu aku mengingat mu, tapi aku tak menyelipkan nama mu. Tiba-tiba saat aku kembali dari musholla, aku bertemu dengan mu. Yaa kamu hadir, kamu datang, ini bukan mimpi kamu tepat di hadapan ku. Aku semakin percaya, “Pilihan Allah adalah yang terbaik”.
Ku lanjutkan kegiatan yaitu makan malam bersama, setelah itu aku melanjutkan dengan sholat isya, tapi tak ku temukan kamu lagi, pikirku mungkin kamu sudah pulang. Kegiatan ku tak berhenti disitu saja, kembali dengan rutinitas di tengah gelapnya malam dan ditemani dengan sinar bulan, LKBB tetap dilaksanakan. Dan yaa, kamu kembali menampakan wajah mu, aku senang bukan main, aku semakin bersemangat walaupun badan ku sudah terasa sakitnya bukan main. Yang paling ku ingat kamu bertanya pada salah satu kakak senior “Itu ngapain sih? PMR kok kaya gitu, gak ada hubungannya”. Aku tau itu tak berarti apa-apa, tapi aku tetap merasa senang, kamu masih perduli pada kegiatan ku, walaupun tidak secara pribadi pada ku.
Tepat pukul 22.30 kegiatan di lapangan telah selesai dan dilanjutkan dengan beristirahat tidur sejenak. Kamu belum juga meninggalkan sekolah, untuk apa kamu disini? Wanita mu sudah merengek-rengek meminta mu untuk segera pulang. Tapi kamu tak segera pulang, untuk apa kamu disitu? Atau ada wanita mu yang lain? Entahlah Sayang aku tak mengerti kamu sungguh membingungkan. Aku tau kamu sudah tak memperhatikan ku lagi seperti dulu, semuanya sudah berubah dan mungkin tak akan kembali seperti yang dulu. Tapi aku percaya, Allah sudah menyiapkan rencananya untuk kita. Jika aku tak pernah kehilangan kamu, aku tak mungkin segila ini. Jika aku tak segila ini, tak mungkin aku selalu mencari mu. Kamu memang bersama wanita lain, tapi aku berharap takdir mu bukan dengan wanita Budha itu ~
No comments:
Post a Comment