Akhirnya aku bisa meluangkan lagi waktu ku untuk sekedar menulis. Hari ini aku merasakan hal yang sama lagi, setelah beberapa minggu yang lalu aku mencoba untuk melupakan tentang semua kejadian yang pernah terjadi yang berhubungan dengan dia. Sungguh, saat ini aku sangat merindukan dia!!!
Hari ini aku mengunjungi salah satu mall dengan sahabat ku, hanya sekedar untuk menjernihkan pikiran sebelum aku menghadapi ulangan tengah semester minggu depan. Hari ini aku berharap aku bisa terhibur dengan kegiatan jalan-jalan ku, tapi nyatanya malah berbanding terbalik, aku kembali merindukan kamu saat melihat tempat yang sama pada saat 03 Maret 2013. Seketika bayangan kita yang dulu berkelebatan lewat, hujan ku rasanya ingin turun saat itu juga, tapi sesegera mungkin aku sadar, walaupun aku menangis kamu tak mungkin kembali saat ini juga, bukankah kamu sudah bersama wanita lain?
Aku teringat saat kita berada di tengah kerumunan orang yang sedang menonton pertunjukan choir antar SMA yang diikuti oleh sekolah kita. Kamu sibuk dengan pandangan mu melihat pertunjukan itu, tapi kamu juga tak lupa memperhatikan ku. Aku masih ingat saat kamu merangkul punggung ku agar tak bersentuhan dengan lelaki di belakang ku, kamu berkata “Maju sedikit biar gak kena orang, nanti dipegang-pegang”. Saat itu aku benar-benar merasa bahwa kamu benar-benar melindungiku. Tapi saat ini, saat ingatan ku kembali hati ku berkata, “bisakah kamu melakukannya lagi suatu saat nanti?”
Mereka di luar sana berkata “untuk apa kamu merindukan dia? Untuk apa kamu menunggunya? Untuk apa kamu tak pernah mau melupakan dia? Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik”. Kamu tau Sayang apa jawaban ku? Aku hanya cukup tersenyum dan berkata “Hanya Tuhan dan aku yang perlu tahu”.
Tiga hari ini aku merindukan kamu, tak tau mengapa aku merindukan segala kebiasaan mu, kekonyolan mu, kebodohan mu, dan ketidakjelasan mu. Entah aku gila atau bagaimana, aku juga tak mengerti kenapa aku begitu menggilai kamu atau karena aku sudah terlalu terbiasa dengan keberadaan kamu selama tiga bulan kemarin? Aku pun merasa bahwa tak ada yang logis dengan apa yang ku lakukan ini. Aku selalu berdoa “kapan dia kembali pulang Tuhan?”
No comments:
Post a Comment