Malam yang indah itu bertabur bintang di angkasa, kunikmati sambil meminum secangkir teh hangat di meja. Tak kurasa smartphoneku berdering, ternyata ada sebuah pesan yang masuk, pesan yang membuat malam itu semakin terasa dingin dan menusuk relung hatiku, pesan itu berisi “Mulai sekarang kita putus!!”.
Kutanya padanya apa alasan dari semua itu, dia hanya menjawab “tidak apa apa aku hanya ingin sendiri saja”.
Sesaat aku tidak percaya akan semua itu, hatiku terasa berat menolaknya.
Kutanya padanya apa alasan dari semua itu, dia hanya menjawab “tidak apa apa aku hanya ingin sendiri saja”.
Sesaat aku tidak percaya akan semua itu, hatiku terasa berat menolaknya.
Kini hari hari yang kulalui penuh dengan kehampaan hati, tanpa ada dirinya lagi. hati ini terasa tercabik cabik bila masih bisa melihatnya. Walau banyak wanita yang singgah di hatiku namun aku menolak demi dirinya, lalu apa yang ingin dikatakan lagi, sekarang kebenaran pun telah terungkap, ternyata dia telah mendua dengan lelaki lain. Dalam hatiku berkata “inikah wanita yang selama ini kucintai dan kupertahankan?”. Selama satu minggu aku terus menerus merenungi pertanyaanku sendiri.
Memang berat melupakan dirinya. Kini aku harus mengingat lagi pertama ku mencintainya, berawal dari sebuah persahabatan dalam sebuah sekolah. Rasa cinta pun semakin tumbuh dan tumbuh dengan seiring waktu berjalan. Kini sekarang berbeda, jangankan aku menjadi sahabatnya, teman saja pun tidak. Mungkin inilah kesalahanku, melanggar janjiku sendiri, kalau aku tidak akan berpacaran sebelum aku menjadi orang yang berhasil. Ku mengingat kembali waktu aku mengucapkan janji ini, setelah berfikir akhirnya aku memutuskan untuk melupakannya, tetapi sebenarnya hatiku yang terdalam masih mengharapkannya. Memang sungguh berat kehidupanku saat berasmara, tapi aku yakin pasti ada wanita yang lebih baik di luar sana.
No comments:
Post a Comment