Bagi ku cinta yang abadi hanya cinta yang berlandaskan ketulusan.. Dan bagi ku cinta abadi yang pasti ku temukan adalah keluarga.
Hari ini seperti biasa aku dan teman-teman ku berkumpul untuk berlatih kegiatan di akhir sekolah kami. Aku membuat sebuah pensi yang aku pun menjadi peran penting disini. Tapi kali ini aku tidak seperti biasa. Aku sudah tak bersemangat berlatih. Mungkin karena aku bingung. Aku dan keluarga harus pindah ke luar kota. Ini semua permintaan dari papa yang saar ini sakit yang lumayan parah. Papa ingin kami tinggal di daerah yang agak sepi penduduk. Aku tidak rela meninggalkan acara yang telah lama ku siapkan bersama teman teman dan juga pacar ku. Siapa yang akan menggantikan posisi ku nanti mendampingi pacar ku di acara pentas seni ini?
Akhirnya aku menceritakan kegelisahan ku pada sehabat ku sherly.
“rani sayang kamu kenapa sih diem aja gini?” tanya sherly sambil menepuk bahu ku
“aku bingung sher” jawab ku lirih
Aku pun menceritakan kegelisahan ku dan meminta sherly menggantikan posisi ku.
“baiklah ran. Aku pasti bantu kamu. Kesehatan papa kamu lebih penting bukan” ucap sherly menyetujui dan memeluk ku
Akhirnya aku menceritakan kegelisahan ku pada sehabat ku sherly.
“rani sayang kamu kenapa sih diem aja gini?” tanya sherly sambil menepuk bahu ku
“aku bingung sher” jawab ku lirih
Aku pun menceritakan kegelisahan ku dan meminta sherly menggantikan posisi ku.
“baiklah ran. Aku pasti bantu kamu. Kesehatan papa kamu lebih penting bukan” ucap sherly menyetujui dan memeluk ku
Malam ini terakhir aku berada di jakarta. Aku menghabiskan malam ini bersama kekasih ku dimas. Hati ku bercampur malam ini. Tapi sebisa mungkin aku menutupi. Dari dimas. Aku gak mau mengecewakan malam ini.
Malam sudah larut dimas pun mengantarkan aku pulang. Gak rela rasanya berpisah dengan dia. Aku pun menarik tangannya dan memeluk dimas erat.
“aku sayang kamu. Kamu gak boleh nakal. Harus janji bakal tunggu aku..” ucap ku lirih
“loh emang kamu mau kemana sayang?” tanya dimas sembari memegang kedua pipiku
“eemm gak, maksud aku tunggu aku sukses gitu” ucapku gugup
Dimas pun memeluk ku “ya ampun sayang. Aku bakal selalu tunggu kamu” ucap dimas sambil mencubit hidung ku
Perlahan dimas pun hilang dari tatapan ku… Air mata ku tak sanggup tertahan.
“aku sayang kamu. Kamu gak boleh nakal. Harus janji bakal tunggu aku..” ucap ku lirih
“loh emang kamu mau kemana sayang?” tanya dimas sembari memegang kedua pipiku
“eemm gak, maksud aku tunggu aku sukses gitu” ucapku gugup
Dimas pun memeluk ku “ya ampun sayang. Aku bakal selalu tunggu kamu” ucap dimas sambil mencubit hidung ku
Perlahan dimas pun hilang dari tatapan ku… Air mata ku tak sanggup tertahan.
Pagi ini aku berangkat. Air mata ku tak tebendung melihat foto foto kenangan bersama pacar sahabat dan teman. Tapi aku mencoba tegar untuk keluarga dan masa depan ku.
Sherly menceritakan semua pada dimas karena hari ini aku sudah tidak lagi latihan. Dimas mengejar ku ke bandara. Beruntung aku bisa bertemu dimas.
“rani” teriak dimas
Aku pun menoleh dan dimas langsung memelukku
“kamu kenapa gak bilang aku. Kamu jahat banget sih” ucap dimas lirih
“aku gak mau kamu sedih.” jawabku menghapus air mata dimas
“kamu pasti kembali kan?”
“aku pasti kembali sayang. Dan aku akan bikin kamu bangga”
“sering kabarin aku ya”
“pasti”
Ciuman itu pun mendarat di pipi kami. Aku pun meninggaljan jakarta.
“rani” teriak dimas
Aku pun menoleh dan dimas langsung memelukku
“kamu kenapa gak bilang aku. Kamu jahat banget sih” ucap dimas lirih
“aku gak mau kamu sedih.” jawabku menghapus air mata dimas
“kamu pasti kembali kan?”
“aku pasti kembali sayang. Dan aku akan bikin kamu bangga”
“sering kabarin aku ya”
“pasti”
Ciuman itu pun mendarat di pipi kami. Aku pun meninggaljan jakarta.
8 tahun kemudian
Hari ini adalah hari jadian ku dengan dimas. Aku pun memutuskan untuk ke sebuah butik yang telah memintaku menjadi desainer. Di butiknya. Aku tertarik menerima tawarannya karena selain gajinya besar nama dari butik itu adalah dimas maharani. Begitu kagetnya aku melihat pemilik butik itu adalah orang yang aku tunggu yang aku rindu. Kami pun berhadapan bertatapan berpelukan bersyukur masih dipertemukan. Dimas pun memberikan aku hadiah yang luar biasa. Ia membuatkan ku butik yang berada di tempat tinggal ku. Dan dia sudah menjadi manager di perusahaan yang berada di kota tempat aku tinggal.
“ini semua bukti. Aku selalu mencari tau apa pekerjaan kamu. Kamu menjadi desainer terkenal dan beruntung aku dipindahtugaskan ke sana. Ini benar benar cara tuhan menyatukan kita. Dan butik ini menjadi hadiah untuk calon istri ku. Will you marry me?”
Aku pun memeluk dimas dan menerima lamarannya
Hari ini adalah hari jadian ku dengan dimas. Aku pun memutuskan untuk ke sebuah butik yang telah memintaku menjadi desainer. Di butiknya. Aku tertarik menerima tawarannya karena selain gajinya besar nama dari butik itu adalah dimas maharani. Begitu kagetnya aku melihat pemilik butik itu adalah orang yang aku tunggu yang aku rindu. Kami pun berhadapan bertatapan berpelukan bersyukur masih dipertemukan. Dimas pun memberikan aku hadiah yang luar biasa. Ia membuatkan ku butik yang berada di tempat tinggal ku. Dan dia sudah menjadi manager di perusahaan yang berada di kota tempat aku tinggal.
“ini semua bukti. Aku selalu mencari tau apa pekerjaan kamu. Kamu menjadi desainer terkenal dan beruntung aku dipindahtugaskan ke sana. Ini benar benar cara tuhan menyatukan kita. Dan butik ini menjadi hadiah untuk calon istri ku. Will you marry me?”
Aku pun memeluk dimas dan menerima lamarannya
No comments:
Post a Comment